Wednesday, February 3, 2010

Nilai dan Norma Sosial

A.NILAI SOSIAL
Anda sudah tentu sering mendengar kata “nilai” atau “norma” dalam masyarakat. Nilai dan norma sangat terkait dengan kehidupan kita sebagai mahkluk sosial. Ketika kita membantu orang lain,sebenarnya kita sedang menerapkan nilai dan norma masyarakat. Dalam ilmu sosiologi,nilai mengandung pengertian yang lebih luas. Nilai (value) dalam konteks sosiologi, berhubungan dengan pertanyaan mengapa dan bagaimana suatu kondisi dapat terjadi di masyarakat.

Pengertian Nilai
Dalam Kamus besar Bahasa Indonesia, nilai didefinisikan sebagai kadar, mutu, atau sifat yang penting dan berguna bagi kemanusiaan. Sementara itu, nilai budaya dan nilai sosial didefinisikan sebagai konsep abstrak mengenai masalah dasar yang penting dalam kehidupan manusia. Kita simpulkan bahwa nilai merujuk pada sesuatu yang sangat penting dan berguna bagi kemanusiaan. Lantas, bagaimana sosiologi mendefinisikan nilai?
Dalam sosiologi, nilai didefinisikan sebagai konsepsi (pemikiran) abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk. Contohnya, orang menganggap menolong bernilai baik sedangkan mencuri bernilai buruk. Dengan demikian, perbuatan saling menolong merupakan sesuatu yang bernilai dalam kehidupan masyarakat. Bernilai dalam kehidupan masyarakat inilah yang disebut nilai sosial.
Bagaimana pendapat para ahli tentang pengertian nilai social ini?
1. Soerjono Soekanto mendefinisikan nilai sebagai konsepsi abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk.
2. Robert M. Z Lawang mengatakan bahwa nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, pantas, berharga, dan mempengaruhi perilakub sosial orang-orang yang memiliki nilai tersebut.
3. C. Kluckholn melihat bahwa semua nilai kebudayaan pada dasarnya mencakup hal-hal berikut :
a. Nilai mengenai hakikat hidup manusia. Contohnya, ada manusia yang beranggapan bahwa hidup itu indah
b. Nilai mengenai hakikat karya manusia. Contohnya, ada manusia yang beranggapan bahwa manusia berkarya demi harga diri.
c. Nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan alam
d. Nilai mengenai hakikat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu
e. Nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan sesamanya.

Ciri-Ciri dan Fungsi Nilai Sosial
Dari pengertian-pengertian diatas, dapatlah dikemukakan ciri-ciri nilai sosial. Beberapa ciri nilai sosial tersebut sebagai berikut.
1. Merupakan konstruksi masyarakat sebagai hasil interaksi antar warga masyarakat.
2. Disebarakan antara warga masyarakat (bukan bawaan individu sejak lahir).
3. Terbentuk melalui sosialisasi (proses belajar).
4. Merupakan bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia.
5. Dapat mempengaruhi perkembangan diri seseorang.
6. Memiliki pengaruh yang berbeda antar warga masyarakat.
7. Cenderung berkaitan satu sama lain dan membentuk sistem nilai,

Menurut Drs. Suprapto, fungsi nilai sosial adalah sebagai berikut.
1. Dapat menyumbangkan seperangkat alat untuk menetapkan “harga” sosial dalam suatu kelompok
2. Dapat mengarahkan masyarakat dalam berfikir dan bertingkah laku
3. Sebagai penentu terakhir manusia dalam memenuhi peranan-peranan sosial. Nilai sosial dapat memotivasi seseorang untuk mewujudkan harapan sesuai dengan harapannya (sebagai individu dan anggota masyarakat). Contohnya, ketika menghadapi konflik, biasanya kepuasan akan diambil berdasarkan pertimbangan nilai sosial yang lebih tinggi.
4. Sebagai alat solidaritas di kalangan anggota kelompok (masyarakat). Dengan nilai tertentu, anggota kelompok akan merasa sebagai suatu kesatuan.
5. Sebagai alat pengawas / kontrol perilaku manusia dengan daya tekan dan daya mengikuti tertentu agar orang mau berperilaku sesuai dengan yang diinginkan sistem nilai.

B. MACAM-MACAM NILAI SOSIAL
Prof. Dr. Notonegoro membagi nilai menjadi 3 :
1. Nilai material, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur fisik manusia. Misalnya, makanan, air dan pakaian.
2. Nilai Vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk mendapatkan mengdakan kegiatan dan aktifitas. Misalnya, buku dan alat tulis bagi pelajar dan mahasiswa.
3. Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi batin (rohani) manusia. Nilai kerohanian antara lain sebagai berikut.
a. Nilai kebenaran yang bersumber pada akal manusia
b. Nilai keindahan yang bersumber pada unsur rasa indah (nilai estetis)
c. Nilai kebaikan atau Nilai moral yang bersumber pada unsur kodrat manusia seperti kehendak dan kemauan
d. Nilai religius merupakan nilai ketuhanan yang tertinggi dan mutlak. Nilai ini bersumber pada kepercayaan dan keyakinan manusia

Berdasarkan cirinya, nilai sosial dapat dibedakan menjadi dua menjadi 2 macam, yakni nilai dominan dan nilai yang mendarah daging.
1. Nilai dominan adalah nilai yang dianggap lebih penting dibandingokan nilai yang lainnya
a. Banyaknya orang yang menganut nilai tersebut.
Contoh : Sebagian masyarakat menghendaki perubahan arah kebaikan (reformasi) di segala bidang kehidupan, seperti bidang politik, hukum, ekonomi dan sosial.
b. Berapa lama nilai itu dianut atau digunakan
Contoh ; - Sejak dahulu hingga sekarang tradisi sekaten di Surakarta dan Yogyakarta dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW selalu dilaksanakan di alun-alun keraton dan di samping mesjid besar
c. Tinggi rendahnya usaha orang untuk memberlakukan nilai tersebut.
Contoh : Menunaikan ibadah haji merupakan kewajiban bagi umat islam.
d. Prestise atau kebanggan orang-orang yang menggunakan nilai di masyarakat.
Contoh : Memiliki mobil atau barang lain yang bermerk terkenal dapat memberikan kebanggan / prestise tersendiri.

2. Nilai yang mendarah daging (internalized value) adalah nilai yang telah menjadi kepribadian dan kebiasaan sehingga ketika seseorang melakukannya kadang tidak melalui proses berpikir atau pertimbangan lagi, melainkan secara tidak sadar.
Contoh :
- Seorang kepala keluarga yang belum mampu memberi nafkah pada keluarganya akan merasa sebagai kepala keluarga yang tidak bertanggung jawab.

C. NORMA SOSIAL
Norma Sosial yang mengatur masyarakat ada yang bersifat formal dan nonformal.
1. Norma formal bersumber dari lembaga masyarakat (institusi) yang formal atau resmi. Norma ini biasanya tertulis.
Contohnya, aturan-aturan yang berasal atau bersumber dari negara, seperti konstitusi, surat keputusan, dan peraturan daerah.
2. Norma nonformal biasanya tidak tertulis dan jumlahnya lebih banyak dari norma formal. Contohnya, kaidah atau aturan yang terdapat di masyarakat, seperti pantangan-pantangan, aturan dalam keluarga, dan adat istiadat.

D. TINGKATAN DAN JENIS-JENIS NORMA DALAM MASYARAKAT
Tingkatan Norma
1. Cara (usage) adalah norma yang paling lemah daya pengikatnya karena orang yang melanggar hanya mendapat sanksi dari masyarakat berupa cemoohan atau ejekan saja.
2. Kebiasaan (folkways) adalah suatu aturan dengan kekuatan mengikat yang lebih kuat daripada usage karena kebiasaan merupakan perbuatan yang dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi bukti bahwa orang yang melakukannya menyukai dan menyadari perbuatannya.
Contoh :
- Kebiasaan menghormati dan mematuhi orang yang lebih tua.
- Kebiasaan menggunakan tangan kanan apabila hendak memberikan sesuatu kepada orang lain.
3. Tata Kelakuan (mores0 adalah aturan yang sudah diterima masyarakat dan dijadikan alat pengawas atau kontrol, secara sadara atau tidak sadar, oleh masyarakat kepada anggota-anggotanya.
Contoh :
- Larangan buang air kecil di sembarang tempat
- Larangan berzina

Macam-Macam Norma
1. Norma Agama, adalah suatu norma yang berdasarkan ajaran atau kaidah suatu agama.
Contoh : Norma agama Islam antara lain adalah kewajiban melaksanakan rukun Islam dan rukun Iman.
2. Norma Kesusilaan, didasarkan pada hati nurani atau akhlak manusia. Norma kesusilaan bersifat universal. Artinya, setiap orang di dunia ini memilikinya, hanya bentuk dan perwujudannya saja yang berbeda.
3. Norma kesopanan, adalah norma yang berpangkal dari aturan tingkah laku yang berlaku di masyarakat seperti cara berpakaian, cara bersikap dalam pergaulan, dan berbicara.
Contoh : Tidak memakai perhiasan dan pakaian yang mencolok ketika menghindari suasana berkabung.
4. Norma Kebiasaan (habit), merupakan hasil dari perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan.
Contoh : Kebiasaan melakukan “selamatan” atau doa bagi anak yang baru dilahirkan.
5. Norma Hukum, adalah himpunan petunjuk hidup atau perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat (negara).
Contoh : Tidak melakukan tindak kriminal, seperti mencuri, membunuh dan menipu.
Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 comments: on "Nilai dan Norma Sosial"

Post a Comment